Lembar kerja siswa (LKS)
Untuk pelajar, pasti sudah tak lagi asing dengan kata yang ini
bukan? Bagi guru-guru tertentu di sekolahku, LKS biasanya dijadikan sebagai
ajang menambah tekanan batin di rumah dengan memerintahkan untuk mengerjakan
semua latihan yang ada di dalamnya. Yang sering banget dikerjakan oleh sebagian
besar temen yang ada di kelas di kelas (termasuk yang nulis ini) pagi-pagi
sebelum bel sekolah, jam istirahat, atau jam kosong yang gurunya pergi ke
bulan. Tergantung jam ke berapa guru tersebut akan ngajar dan memeriksanya
secara bersama-sama di kelas.
Ada satu pengalaman buruk yang sering aku alami dengan benda
menyebalkan yang satu ini. Aku anak ips, namun di kelasku memiliki lintas minat
biologi. Ibu biologi mengumumkan, kerjakan 2 bab DI RUMAH. Diberi waktu selama
kurang lebih satu bulan. Dan selama satu bulan itu otakku tiba-tiba amnesia
parah.
Saat hari yang ditentukan tiba, dengan santai mengerjakan pada jam
pelajaran yang dimana gurunya entah malas atau takut gila dan akhirnya ga masuk
ke kelasku. Bab 1 selesai. Dengan kekuatan sekali lirik, dari LKS sang anak
rajin, akhirnya tersisa 1 bab lagi.
Keadaan yang tak di sangka-sangka terjadi. Aku dan salahsatu teman
yang ada di kelas dipanggil oleh OSIS. Dengan gaya belagu yang seneng banget
bisa bolos dari pelajaran, aku say dadah dan berjalan ala Miss Indonesia keluar
kelas. Kesempatan langka, bisa bolos nyampe pulang. Dan tugas biologipun
melayang.
Saat pulang dan kembali ke kelas, buku biologinya ada di dalam tas.
Keajaiban. Bukunya bisa bergerak dan berpindah entah kemasukan setan apaan.
Penasaran, aku buka pelan-pelan. Bab 1 beres, ga ada masalah. Namun saat bab 2
dibuka....
Ada tulisan mengerikan yang jauh lebih horor daripada hantu-hantu
yang ada di film Thailand. Tulisan ibu yang terhormat ditulis tepat di bawah
soal-soal. Yang membuat nafasku rasanya berhenti berdetak, dan waktu terasa tak
lagi bergerak.
Disana tertulis...
“INI KENAPA GA ADA SATUPUN YANG DI ISI?”

Komentar
Posting Komentar