Semuanya karena harapan.
Mungkin kalian udah sering denger perihal ini. Atau mungkin bagi beberapa diantara kalian berpikir bahwa topik ini udah basi. Tapi, untuk gue yang baru-baru ini benar-benar merasakan dan menyadari hal ini, gue mau tulisin dan bahas tentang hal ini disini. Gue ingetin lagi, siapatau diantara kalian udah lupa tentang hal ini; kebanyakan perasaan tidak menyenangkan seperti kecewa, patah hati, dan hal semacamnya yang kita rasakan selama ini datangnya dari harapan yang kita ciptakan sejak awal. Harapan yang tidak seharusnya ada. Harapan yang meskipun kalian lihat ada celah untuk bisa terwujud nyata, tapi itu tidak menjamin bahwa ia akan benar-benar menjadi nyata. Harapan ini bisa berbentuk apa aja. Dalam konteks yang macam-macam juga. Gak hanya berbentuk cinta, bisa juga hal lainnya. Oke, gue ada sebuah contoh cerita. Jadi, gue ada temen. Tidak seperti gue yang mageran dan ogahan plus amat sangat selektif dalam memilih kegiatan selama perkuliahan, temen gue ini te...