JANGAN MAU DIBEGO-BEGOIN
Jujur, gue sebenernya
gak jarang muncul niatan buat mundur dan berenti nulis.
Sedih aja gitu rasanya
saat nulis, tapi nggak ada yang bisa dijadiin patokan. Gue nggak punya pembaca.
Nyampe sekarang, dan selama ini, pembaca setia gue hanyalah diri gue sendiri. Gue
nggak punya motivasi lain selain diri gue sendiri. Gue sering berharap tulisan
gue dikomen jelek dan dihina-hina orang. Gue sadar penuh gue itu butuh pecutan.
Yang meskipun itu sakit, tapi gue tau hal itu membuat gue nggak ada pilihan
lain selain maju dan lari.
Tapi ya
semundur-mundurnya gue buat nulis, gue pasti cepat atau lambat bakalan balik
lagi. Gue seneng sharing, gue seneng menumpahkan kekacauan dan keresahan yang
gue rasakan. Gue seneng dan bangga saat ada oranglain yang bilang
“thanks khal. Lo udah
bantuin gue ini ini itu...”
Itu membuat gue nggak
bisa berenti buat terus ngasih motivasi dari keras dan sulitnya hidup yang gue
jalani.
Oke, pembahasan gue
kali ini termotivasi dari snap wa iseng yang temen gue upload. Gue yakin
seyakin-yakinnya dia tadinya nge snap ini Cuma sekedar iseng semata. Tapi, gue
tanggepin snap dia di snap gue dengan serius. Karena ya, gue mikir aja, kalo
misalnya pemikiran dia masih terus dilestarikan, apalagi diberdayakan kepada
orang banyak, dampaknya agak cukup berbahaya juga.
Snap wa yang sederana,
yang isinya gambar cowok lagi dorong motor yang mungkin mogok, dan si ceweknya
bantuin (gue gatau ini cewek emang bener bantuin apa gimana tapi posisi si
ceweknyatuh kek malah lebih mirip meluk si cowoknya) dorong motor disertai
kata-kata;
“susah cari cewek yang
mau nerima apa adanyatuh.”
Jujur, gue agak
sedikit tersentil sama postingan temen gue itu.
Oke, disini gue nggak
akan menghasut siapapun dari kalian buat cari cowok yang ada duitnya aja dan
membuat kalian jadi cewek matre yang gila sama harta. Yang mau gue bahas itu
hal yang berbeda. Gue agak prihatin sama cewek-cewek di sekitar gue yang tanpa
sadar mereka itu lagi dibego-begoin sama stigma
barusan.
Jadi, gue sadar-sepenuhnya-sadar
bahwa ada oknum-oknum cowok yang emang males dan nggak mau keluar dari zona
nyamannya, nggak mau merubah hidupnya, nggak mau berusaha buat kemajuan hidupnya,
tapi dia juga tetep pengen mempertahankan pesonanya di mata cewek-cewek
sekitarnya. Intinya si cowok inituh gamau rugi, tapi gamau usaha juga. Dan akhirnya,
memanfaatkan kata-kata itu buat mempertahankan zona nyamannya.
Kenapa gue nyampe
mikir bahwa kalo gue digituin, itu berarti gue lagi dibego-begoin?
Kalimat itu, seolah
menuntut siapapun, entah cewek atau cowok, buat mau bertahan dan betah sama
zona nyaman yang nyampe kapanpun nggak akan merubah apa-apa. Hey dude, selama apa yang lo lakuin
gitu-gitu aja, hidup lo juga bakalan gitu-gitu aja. Kalimat itu tuh seolah
menyalahkan keadaan dan mengkambinghitamkan oranglain atas kesalahan yang
diperbuat sendiri. Bukannya sadar akan kesalahan kemudian instropeksi dan
memilih buat berubah, ia malah memilih buat menyalahkan keadaan. Mencari-cari
alasan.
Inget aja sama
peribahasa “Orang gagal selalu kebanyakan
alasan di setiap keadaan.”
Kalo dia mulai muter
dan ngeles dengan membawa-bawa kesetiaan, sesungguhnya dia nggak tau kesetiaan
yang sebenernya itu kayak apa dan kayak gimana. Oke, gue setuju banget sama
kalimat setia itu tetep ada dan nggak
kemana-mana di saat seneng apalagi susah. Tapi, buat apa membuang waktu
bertahan lama-lama dengan orang yang selalu menerima kesusahan karena kesalahan
dia nggak bergerak kemana-mana? Buat apa bertahan lama-lama dengan orang yang
betah sama keadaannya yang gitu-gitu aja sehingga membuat dia enggan buat
berusaha mengubah jadi yang lebih baik kedepannya?
Bagi gue, cinta yang
baik itu grow together. Tumbuh bareng. Jadi lebih baik bareng. Dan setia yang
gue setujui adalah TETEP BERJUANG WALAU KEGAGALAN DATANG DI SAAT PERJALANAN
BERJUANG MERUBAH NASIB DAN KEADAAN, bukannya TETEP BARENG DI SAAT KESUSAHAN
KARENA NGGAK ADA KEMAUAN BUAT USAHA MAJU DAN BERKEMBANG.
Nah yang kurang
dipahami kebanyakan cewek itu disini. Cewek emang seringkali lupa bahwa dirinya
berharga. Dan nggak banyak, Cuma gara-gara ginian, si cewek rela menurunkan
kualitasnya buat seimbang sama si cowoknya.
Gue nitip pesen aja,
buat cewek manapun yang kebetulan baca tulisan gue, gue Cuma mau bilang
sadarlah bahwa diri lo itu sebenernya berharga nyampe kalo kalian digituin sama
pasangan, pasangan lo itu sebenernya mengakui kemampuan lo tapi nggak mau lo
semakin hebat sama kemampuan lo karena pasti banyak cowok lain yang lebih
berkualitas yang akan datang nyamperin lo seandainya lo terus kembangin
kemampuan lo.
Kalo emang cinta, gue
yakin setiap cowok pasti bakalan usaha buat menyeimbangkan dirinya sama lo. Kalo
emang lo yang lebih baik, buat apa menjadikan diri lo lebih buruk Cuma agar lo
sama dia seimbang terus. Cinta yang sehat itu nggak kayak gitu. Setiap pasangan
yang baik, pasti menginginkan orang yang disayanginya selalu ada di keadaan
terbaik walau ia harus berjuang lebih keras dari sebelumnya.
Kalo dia nggak mau dan
tetep malah memperjuangkan zona nyamannya itu, nggak ada alasan lain untuk
bertahan lebih lama sama orang kayak gitu. Ninggalin orang yang nggak mau
menjadi lebih baik bukanlah sebuah kejahatan, bukan juga berarti menunjukkan
bahwa lo nggak setia. Cinta yang baik selalu bergerak. Dan kesetiaan itu
diperlukan kalo pergerakan lagi dalam keadaan ketidakstabilan. Bukannya malah
dijadikan sebagai tameng untuk bertahan disaat diserang karena tidak maju
kemana-mana.
Oke, kayaknya sekian
dulu. Sebagai penutup, gue ada quotes dari instagramnya Rachel Venya yang
sempet gue baca beberapa waktu lalu;
Jadilah perempuan yang nggak ngerepotin di saat keadaan lagi
susah, tapi juga nggak malu-maluin disaat dibawa ke tempat mewah.
Cheers!
Komentar
Posting Komentar