Untuk diriku di masa depan

Kepada diriku di masa depan...

Aku bertanya-tanya sekarang... apakah kamu sudah temukan ia yang kau rasa tepat untuk kau jadikan tempatmu merebah penat?

Ah... sudah terlalu banyak dan sering aku mengeluh tentang menyedihkannya kisah cintaku sekarang... aku seringkali marah terhadap diriku sendiri mengapa aku bisa terjatuh dengan mudahnya... aku seringkali ingin terus mengeluarkan semua kekecewaanku padanya...

Namun sekarang kurasa percuma...

Seperti berbicara di hadapan tembok yang menjulang, setiap kali aku menumpahkan semuanya ia hanya menjawab tidak tau harus memberikan respon apa... bahkan menenangkan aku yang riuh saja ia tida melakukannya. Ia hanya mematung. Membisu menatapku yang tersedu-sedu.

Aku mencintainya dengan seluruh nadiku. Setiap aliran darahku terpaut. Aku linglung saat menghadapi perubahan sikapnya yang tidak lagi seperti dulu. Tak cukupkah semua penderitaan yang harus aku tanggung? Keluargaku, temanku, masalah dalam hidupku, dan kini bahkan kisah cintaku?

Kepada diriku di masa depan...

Berhasilkah kau bertemu dengan ia yang bisa menerimamu luar dan dalam? Apakah ia sabar menghadapi sikapmu yang menyebalkan? Apakah ia risih dengan semua sifat manja yang kau punya?

Kudengar dari cerita mamah dan kakak perempuanku sekarang... bertahan dengan seseorang sungguhlah tidak mudah... keduanya bertahun-tahun harus mampu berdiri tegak sekalipun ada lelaki di sampingnya. Ah namun apalah guna jika ada lelaki di sisinya jika ia tidak ada di saat keadaan sulit menerpa.

Kepada diriku di masa depan...

Janganlah engkau berani lagi mengandalkan seseorang. Terbiasalah untuk berdiri sendirian. Itu membantumu jika suatu saat lelaki di sisimu pergi tanpa sebab. Lukamu tidak akan parah. Bangkitpun tidak akan susah.

Kepada diriku di masa depan...

Kapoklah dan jangan pernah lagi tergiur manisnya cinta. Jangan percaya pada ucapan mereka yang berusaha mematahkan argumen logis yang kau punya. Lawanlah dengan pengalaman yang ada. Kau sudah cukup menyedihkan sekarang, janganlah kau merasakannya lagi di masa mendatang. Kau terlalu pintar untuk berlaku bodoh.
Kepada diriku di masa depan...

Berjuanglah untuk keluargamu sekarang. Jangan percaya akan omongan orang.  Jangan jadi orang manja. Jangan iri dengan kebahagiaan yang oranglain dapat.

Percayalah, setiap orang memiliki jatah bahagianya masing-masing.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang sunda yang nyaman make ‘gue’

A Letter For Myself

Mengurai isi kepala sebelum ngerjain tugas.